HALO PUSRI 0800-12-000-11
Media Massa

Pusri Raih Dua Penghargaan Digital Culture Excellence Award 2021

11 Nopember 2021
picA316BD4FC78CB655DD6212DED220109E.jpg
PALEMBANG – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Kembali berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Dalam gelaran acara puncak penghargaan Digital Culture Excellence Award 2021 di Ballroom 3 The Ritz -Carlton Hotel, Jakarta (10/11) yang diselenggarakan oleh Majalah First Indonesia, Pusri meraih dua kategori penghargaan antara lain “Best CEO Digital Culture” yang diberikan kepada Direktur Utama PT Pusri Palembang, Bpk. Tri Wahyudi Saleh. Selain itu PT Pusri juga meraih “The Most Digital Change Maker for Fertilizer Company”.

Acara yang mengusung tema “Digital Culture for Sustainable Development” didukung oleh lembaga-lembaga kredibel seperti Badan Siber dan Sandi Negara, DRN, Internet Society Chapter Jakarta-Indonesia, LKN, UICI, Politeknaker, Wantiknas (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kementerian Ketenagakerjaan RI.

VP Humas Pusri Soerjo Hartono mengatakan bahwa dengan diraihnya penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu bagi Pusri untuk semakin memacu langkahnya bertransformasi menuju Pusri Maju 2025. “Award ini menjadi salah satu pendorong bagi Pusri dan seluruh karyawan untuk lebih semangat menjalani proses transformasi di perusahaan”, tutur Soerjo. Ia juga mengajak seluruh insan Pusri untuk berbudaya digital yang baik dan sesuai core values AKHLAK yang telah berjalan selama ini.

Gelaran Digital Culture Excellence Award 2021 ini merupakan kegiatan Corporate Rating (award) tahunan di bidang Teknologi dan Informasi berbasis Digital yang dipandu oleh para Dewan Juri yang ahli-ahli. Seperti Prof Laode Masihu Kamaluddin, Ashwin Sasongko, Riri Satria, dan perwakilan dari Keminfo, Kemnaker, dan lain sebagainya.

Ketua Dewan Juri Prof. Laode Masihu Kamaludin, M.Sc., M.Eng dalam sambutannya mengungkapkan bahwa proses acara yang berlangsung sejak tiga bulan lalu itu bertujuan untuk meningkatkan SDM atau Human Transformation. Bagaimana agar SDM mengadopsi budaya digital dan mengimplementasikannya dalam perusahaan sesuai kebutuhan.

“Perusahaan harus terbuka dan bisa menerima atau mengadopsi digital dalam kehidupan sehari-hari. Budaya digital (Digital Culture) adalah sebuah keharusan dalam suatu perusahaan. Sebab ini menjadi titik tolak perkembangan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development)  terhadap bisnis yang dijalankan sebuah perusahaan atau institusi.
Palembang, 11 November 2021
 
Informasi lebih lanjut:
VP Humas - Soerjo Hartono